EXTRAORDINARY JOURNALIST

Fast Accurate Balance

LITA JONATHAN SANG SENIMAN CANGKANG TELUR

La Lita Arts & Crafts Workshop

Oleh Yuni Arisandy

    Banyak hal menarik yang bisa didapat dari sampah. Tanpa isi, cangkang telur sejatinya hanyalah sampah, namun bila diberi sentuhan kreativitas dan diolah dengan imajinasi dan ketekunan, cangkang telur pun dapat disulap menjadi karya yang indah dan berharga.

Mungkin hanya sedikit orang yang jeli melihat peluang untuk berkarya seni sekaligus berbisnis menggunakan cangkang telur, salah satunya adalah Lita Jonathan. Wanita pemilik La Lita Arts & Crafts Workshop itu menekuni usaha kerajinan tangan dari cangkang telur sejak 1995.

Lita tertarik memakai cangkang telur sebagai media karya seni karena, menurutnya, telur merupakan sesuatu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Saya berminat membuat kerajinan tangan dari kulit telur karena telur sendiri sesuatu yang mudah didapat setiap hari. Selain itu, telur dikonsumsi orang dari berbagai macam kalangan. Cangkang telur menjadi berharga ketika disajikan dalam karya seni yang unik” ujar dia.

Untuk menghasilkan kerajinan cangkang telur yang indah dan bervariasi, seniman berusia 52 tahun itu menggunakan cangkang telur yang berbeda, seperti cangkang telur burung puyuh, ayam, bebek, angsa, dan burung unta.

Lita mengatakan diantara semua jenis kulit telur yang digunakan, yang paling sulit ia dapat adalah cangkang telur angsa dan burung unta. Dia bahkan berternak angsa demi mendapatkan telur angsa yang jarang di pasaran, sedangkan untuk telur burung unta, dia mendapat pasokan dari Australia.

Tentu saja untuk mengubah cangkang telur yang biasa menjadi karya seni yang berharga harus melalui proses yang tidak singkat. Menurut Lita, proses tersebut memerlukan keinginan dan kecintaan pada seni dari si pembuatnya.

“Saya pikir kemauan dan ketekunan untuk menggeluti bidang ini adalah modal utama dari usaha kerajinan cangkang telur”, ujarnya.

Proses pembuatan kerajinan telur hias dimulai dengan mengosongkan cangkang telur. Mula-mula bagian bawah cangkang telur dilubangi dengan paku. Kuning telur dipecahkan dengan menggunakan kawat, dan isi telur dikeluarkan dengan alat suntik.

Langkah selanjutnya adalah membersihkan bagian dalam cangkang telur. Pembersihan dilakukan dengan menggunakan air yang dicampur cuka. Campuran air dan cuka disuntikkan ke dalam cangkang telur lalu dikeluarkan kembali.

Setelah itu, cangkang telur dikeringkan selama dua hari. Kemudian, cangkang pun siap dihias dan dikreasikan, namun pengerjaannya harus hati-hati karena mudah pecah.

Sampai saat ini, sudah banyak kerajinan cangkang telur yang dihasilkan oleh Lita. Karyanya pun bervariasi, ada karya yang terlihat sederhana namun indah, seperti cangkang telur yang dihias dengan cat dan dipajang tunggal dengan sebuah penyangga telur.

Selain itu, ada juga karya yang kelihatan cukup rumit, misalnya beberapa telur berwarna dan bercorak indah yang disusun pada sebuah tiang seperti buah yang bergantungan di ranting-ranting pohon. Selain dilukis dengan cat cangkang-cangkang telur itu juga bisa dihias dengan berbagai pernak-pernik seperti glitter, payet, manik-manik, dan lain-lain.

Lita sendiri mengaku bahwa dia tidak tahu pasti jumlah karya seni cangkang telur yang telah dibuatnya. “Terus terang ketika saya berkarya saya hanya melakukannya dan tidak menghitungnya” kata dia. Lita menambahkan dari semua karya seninya tidak bisa ditentukan karya mana yang terbaru karena dia dapat menghasilkan karya yang berbeda dalam sehari.

Kerajinan cangkang telur yang dihasilkan Lita pun dihargai bervariasi, yakni mulai Rp50 ribu hingga jutaan rupiah. Seniman itu menjelaskan bahwa harga kerajinan cangkang telur  tidak ditentukan dari ukuran besar telur.

“Bukan berarti kerajinan yang terbuat dari telur ayam lebih murah daripada yang terbuat dari telur unta karena yang dihargai bukan ukurannya tapi cita rasa seninya”, katanya.

Disamping itu, dari semua karya yang dihasilkan, Lita juga tak dapat menentukan jenis kerajinan mana yang paling disukai para pembeli. Menurut dia, hal itu berhubungan dengan pangsa pasar kerajinan cangkang telur yang tidak luas.

“Kerajinan seperti ini pembelinya hanya orang-orang yang gemar dengan barang-barang unik saja maka keinginan mereka akan karya yang unik pun berbeda-beda”, ujar Lita.

Pangsa pasar karyanya yang terbatas membuat Lita sengaja tidak mengarahkan usahanya itu ke industri yang lebih besar. Ibu dengan dua anak itu berpendapat, peminat “handycraft” khususnya kerajinan cangkang telur masih belum banyak di Indonesia.

“Pecinta karya seni  di Indonesia mungkin mulai banyak, tapi kalau untuk kerajinan cangkang telur mungkin agak kurang karena biasanya pembeli tidak mau ambil resiko telur bisa pecah” tuturnya.

Kendala lain yang dihadapi Lita untuk memperluas bisnisnya adalah terbatasnya tenaga kerja yang ingin bertekun dalam bidang kerajinan cangkang telur. Akibatnya, ia tidak dapat menargetkan angka produksi tiap bulan.

Seniman itu menjelaskan bahwa proses produksi yang menuntut ketekunan dan kecermatan pengrajin dalam menghasilkan kerajinan cangkang telur, seringkali membuat beberapa pekerja tidak tahan dan meninggalkan pekerjaan seni itu.

Akan tetapi, dibalik masalah perluasan bisnis, Lita mengaku tetap memperoleh pendapatan yang tidak sedikit dari usahanya tersebut. Sayang sekali, Lita enggan mengungkapkan rata-rata besaran omset yang ia terima tiap bulan.

Ia hanya bilang, dalam satu bulan omsetnya bisa mencapai puluhan juta rupiah. “Karena dapatnya tidak tentu, kadang-kadang satu bulan pendapatan sampai puluhan juta, ada juga yang cuma dapat lima juta per bulan,” kata dia.

Namun, Lita mengatakan bahwa proses pembuatan karya seni cangkang telur lebih penting daripada keuntungan yang diperolehnya. Hal itu disebabkan dia sangat menikmati profesinya sebagai pengrajin cangkang telur.

Seniman sekaligus pengusaha itu berharap industri kerajinan tangan di Indonesia dapat berkembang pesat dan masyarakat dapat lebih menghargai karya seni kerajinan tangan.

Dia juga berharap kerajinan cangkang telur dapat memperoleh tempat yang lebih luas lagi di hati para pecinta barang seni.

Lita Jonathan berujar, “Cangkang telur tak bernilai disulap menjadi hiasan indah tak ternilai – itulah kehebatan seni.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 8, 2012 by in Uncategorized.

Nature of News

May 2012
M T W T F S S
« Apr    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
%d bloggers like this: