EXTRAORDINARY JOURNALIST

Fast Accurate Balance

KENAIKAN DP KENDARAAN BERMOTOR RESAHKAN PERUSAHAAN PEMBIAYAAN

Jakarta, 24/4 (ANTARA) – Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) memperkirakan bisnis multifinance akan terpangkas pascapenerapan peraturan uang muka atau “Down Payment” (DP) kredit kendaraan bermotor (KKB) menjadi 30 persen  mulai 15 Juni mendatang, Selasa.

Wiwie Kurnia, Ketua APPI mengatakan dia khawatir penetapan DP 30 persen akan menekan daya beli masyarakat akan kendaraan. Menurut dia, permintaan KKB diperkirakan akan menurun khususnya dari kalangan menengah ke bawah karena DP sebesar itu akan menyulitkan bagi mereka.

“Daya beli masyarakat akan menurun dan membuat penjualan kendaraan motor dan mobil akan turun. Motor bisa turun hingga 50 persen dan mobil bisa turun 30 persen,” kata Wiwie.

Bank Indonesia (BI) telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 14/10/DPNP per 15 Maret 2012 tentang penerapan manajemen risiko pada badan usaha yang melakukan pemberian kredit kepemilikan rumah (KPR) dan KKB.

Ada beberapa penetapan mengenai KKB dalam edaran tersebut, yaitu DP minimal 25 persen untuk pembelian kendaraan roda dua, 30 persen untuk mobil pribadi, dan 20 persen untuk mobil niaga.

Ketua APPI itu mengatakan bahwa dia terkejut pada besaran DP yang ditetapkan BI. Padahal sebelumnya, menurut Wiwie industri telah meminta pengaturan untuk mempertimbangkan besarnya DP. Dia menilai ketentuan itu tidak menguntungkan bagi perusahaan multifinance.

Dia juga berpendapat, persentase Non Performing Loan (NPL) akan mengalami penurunan dengan diberlakukannya penetapan BI itu. “Kalau dengan penetapan seperti itu memang jumlah kredit macet akan berkurang karena hanya konsumen yang benar-benar mampu yang melakukan permintaan KKB” ujarnya.

Kenaikan uang muka Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) menjadi 30 persen merupakan usaha prefentif BI atas kemungkinan bubble. Akan tetapi, APPI sebelumnya telah mengusulkan standar NPL untuk mencegah terjadinya bubble.

Karakterisitk bubble ditandai dengan tingginya akselerasi konsumsi. Akselerasi konsumsi lebih cepat daripada kemampuan konsumen yang sebenarnya sehingga cicilan kredit dibiayai dengan utang. Dengan kata lain, kosumen membeli sesuatu bukan dengan tabungan yang dimiliki, melainkan dengan utang. (T. Yuni Arisandy/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 26, 2012 by in Uncategorized.

Nature of News

April 2012
M T W T F S S
« Mar   May »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  
%d bloggers like this: